Jumat, 16 Agustus 2013

INDONESIA MASIH TERJAJAH



~Makna dan Arti Penting Proklamasi Kemerdekaan Indonesia~


Setelah kira-kira 3 setengah abad bangsa Indonesia dijajah, di ekpolitas serta di tindas oleh kolonial dan sekutunya maka para pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan dan dilandasi oleh semangat kebangsaan, dan telah mengorbankan nyawa maupun harta yang tidak terhitung jumlahnya, sampai meletusnya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik puncak perjuangan bagi para pejuang kemerdekaan tapi tidak untuk kita generasi bangsa karena perjuang masih panjang.


Makna dan arti proklamasi kemerdekaan Indonesia :


1.     Apabila dilihat dari sudut hukum, proklamasi merupakan pernyataan yang berisi keputusan bangsa Indonesia untuk menetapkan tatanan hukum nasional (Indonesia) dan menghapuskan tatanan hukum kolonial.

2.     Apabila dilihat dari sudut politik ideologis, proklamasi merupakan pernyataan bangsa Indonesia yang lepas dari penjajahan dan membentuk Negara Republik Indonesia yang bebas, merdeka, dan berdaulat penuh.

3.     Proklamasi merupakan puncak perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

4.     Proklamasi menjadi alat hukum internasional untuk menyatakan kepada rakyat dan seluruh dunia, bahwa bangsa Indonesia mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri untuk menggenggam seluruh hak kemerdekaan.

5.     Proklamasi merupakan mercusuar yang menunjukkan jalannya sejarah, pemberi inspirasi, dan motivasi dalam perjalanan bangsa Indonesia di semua lapangan di setiap keadaan. 


Dengan proklamasi kemerdekaan tersebut, maka bangsa Indonesia telah lahir sebagai bangsa dan negara yang merdeka, baik secara de facto maupun secara de jure.

Namun sayang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia saat ini masih status Diakui oleh Internasional bukan status Disamakan oleh Negara-Negara Maju.




~Yang MelatarBelakangi Kemerdekaan~

Saat Indonesia dijajah, para penjajah mutlak memegang kendali seluruh wilayah Indonesia, baik dari segi hukum, ekonomi, politik dan social. Sehingga kemiskinan, kelaparan, pembodohan public, penindasan, pelecehan dan pemerkosaan hak-hak asasi manusia menjadi aksi-aksi legal para penjajah demi kepentingannya dan langgeng kekuasaan atas daerah jajahannya.
Maka dengan itu, para pejuang kemerdekaan melakukan pergerakan-pergerakan untuk meraih kemerdekaan. Sehingga puncaknya adalah saat Proklamasi kemerdekaan Indonesia di Proklamirkan.



~Definisi, arti dan makna Kemerdekaan~   

Kemerdekaan bagi Negara adalah di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya, maka Kemerdekaan bagi seseorang adalah di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Sinonim Kemerdekaan ialah 'kebebasan'- lepas dari belenggu penderitaan.


Arti dan Makna kemerdekaan :
1.     Merdeka artinya rakyat harus terbebas dari belenggu penderitaan;

2.     Rakyat harus dilepaskan dari beban berat dan diberikan keringanan untuk hidup di alam merdeka;

3.     Tidak ada lagi rakyat yang kelaparan, dan miskin;

4.     Hidup Rakyat sejahterah, Adil dan Makmur;

5.     Negara mengelolah SDA secara mandiri;

6.     Mempunyai SDM yang berkwalitas;

7.     Tidak punya utang terhadap IMF;

8.     Di hormati dan disegani oleh Internasional;

9.     Persamaan dalam Status Internasional bukan hanya Diakui;




Indonesia Merdeka karena mau mandiri & usaha sendiri;
Indonesia Merdeka maunya tidak status a qou di masa penjajahan;
Indonesia Merdeka karena mau lepas dari belenggu asing.

===== Tapi Indonesia Merdeka =====

Kekayaan Alamnya Indonesia di elolah dan di nikmati oleh bangsa asing;
Status A qou Indonesia masih sama di era Penjajahan;
Indonesia Terikat Utang dengan IMF (Negara kaya tapi kok banyak Utang).


~Pasca Kemerdekaan~

Saat ini seperti yang sudah dijelaskan diatas “apakah Indonesia sudah dikatakan MERDEKA???”

Dimanakah KEMERDEKAAN itu kalau masih ada kemiskinan, kelaparan, pembodohan public, penindasan, pelecehan dan pemerkosaan hak-hak asasi manusia menjadi aksi-aksi legal alat Negara demi kepentingannya. 



Lihatlah pemduduk-penduduk diperbatasan disana lebih baik pindah kewarganegaraan karena mereka merasa terjajah oleh negeri sendiri.


Dulu jaman penjajahan ada saudara kita sebangsa yang hidup enak dibawah naungan penjajah sementara yg lainnya melarat, sekarang pun begitu karena masih ada saudara kita sebangsa hidup enak dibawah kepentingan negara asing semntara yang lainnya melarat.




 Lihatlah Kekayaan Indonesia yang melimpah ruah, hanya dinikmati oleh bangsa-bangsa asing dan orang-orang bangsa sendiri yang tidak negarawan, jangan heran karena ini juga terjadi saat jaman penjajahan yakni ada bangsa sendiri menjadi anjing-anjing kompeni *kata siPitung. NEGARA ITU MAJU BERKAT SUMBER DAYA ALAM INDONESIA TAPI INDONESIA MENDERITA KARENA SUMBER DAYA ALAMNYA. 






“SEBELUM MERDEKA DAN SESUDAH MERDEKA BANGSA INDONESIA TETAP SAMA, YAKNI SAMA MENDERITAAN DAN SAMA DIBODOHINYA OLEH BANGSA ASING”


Jika Rakyatnya belum merdeka sudah pasti Negara dan bangsanya pun belum merdeka, karena Rakyat merupakan bagian terpenting dari unsur sebuah Negara.


Negara kaya akan sumber daya alamnya tapi Rakyatnya tidak sejahterah, maka dinamakan Rakyatnya dimiskinkan oleh negara.

17 agustus sampai saat ini bukan lagi untuk memperingati hari kemerdekaan, tapi sebaiknya mendo'akan arwah para pahlawan kemerdekaan agar tidak sedih melihat nasib bangsa ini serta tidak kecewa terhadap generasi pemimpinnya, karena wilayah NKRI dan Rakyatnya belum mendapatkan kemerdekaan yang sebenarnya.

 Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya? (Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945)

Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan Negeri kita saat ini !!! Perhatikan keadaan !!!

Sadarlah !!! Sadarlah !!! Sadarlah !!!

Indonesia masih terjajah !!!

Indonesia masih terjajah !!!

Indonesia masih terjajah !!! 


  • Katanya Merdeka Tapi Rakyatnya mati di Arab, di Malaysia, di Cina dan mati Kelaparan;
  • Katanya Merdeka Tapi Rakyatnya melarat;
  • Katanya Merdeka Tapi Rakyatnya kelaparan;
  • Katanya Merdeka Tapi Rakyatnya dibodohkan;
  • Katanya Merdeka Tapi Rakyatnya ditindas;
  • Katanya Merdeka Tapi Rakyatnya diekpolitas



Katanya ... MERDEKA !!!
Katanya ... MERDEKA !!!
Katanya ... MERDEKA !!!


Jumat, 02 Agustus 2013

Ahlussunah Wal Jama'ah Golongan yang Selamat

Rasulullah SAW bersabda “Telah terpecah orangorang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama'ah”. (H.R. Abu Dawud) 

Siapa sesungguhnya ahlussunnah wal jama'ah? 
Mengapa banyak yang mengaku ahlussunnah wal jama'ah, baik dari kalangan NU maupun Muhammadiyah, termasuk juga ahlul bid'ah?


Dari penjelasan hadis di atas, sudah merupakan sunnatullah bahwa umat ini akan terpecah, dan kebenaran sabda beliau telah kita saksikan pada zaman ini yang mana hal tersebut merupakan suatu ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allah Yang Maha Kuasa dan merupakan kehendak-Nya yang harus terlaksana dan Allah Maha Mempunyai Hikmah dibelakang hal tersebut.

Syaikh Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullahu menjelaskan hikmah terjadinya perpecahan dan perselisihan tersebut dalam kitab Lumhatun 'Anil Firaq cet. Darus Salaf hal.23-24 beliau berkata :
“Perpecahan dan perselisihan merupakan hikmah dari Allah guna menguji hamba-hamba-Nya hingga nampaklah siapa yang mencari kebenaran dan siapa yang lebih mementingkan hawa nafsu dan sikap fanatisme.”
Sejarah Singkat

Dahulu di zamaan Rasulullaah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu, tidak ada golongan ini dan tidak ada golongan itu, semua dibawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW.

Bila ada masalah atau beda pendapat antara para sahabat, mereka langsung datang kepada Rasulullah SAW. itulah  yang membuat para sahabat saat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusan duniawi.

Kemudian setelah Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat  Ali Ra. menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik, sedang akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh Abdullah bin Saba', seorang yahudi yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pencetus faham Syiah (Rawafid).

Tapi setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah tersebut mulai membesar, sehingga timbullah faham-faham yang bermacam-macam yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.

Saat itu muslimin terpecah dalam dua bagian, satu bagian dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid'ah, atau kelompok-kelompok sempalan dalam Islam, seperti Mu'tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang bagian yang satu lagi adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa-apa yang dikerjakan dan diyakini oleh Rasulullah SAW. bersama sahabat-sahabatnya.

Golongan yang terakhir inilah yang kemudian menamakan golongannya dan akidahnya Ahlus Sunnah Waljamaah. Jadi golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang mengikuti sunnah-sunnah nabi dan jamaatus shohabah.

Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW : “bahwa golongan yang selamat dan akan masuk surga (al-Firqah an Najiyah) adalah golongan yang mengikuti apa-apa yang aku (Rasulullah SAW) kerjakan bersama sahabat-sahabatku.

Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah Islamiyah yang dibawa oleh Rasulullah dan golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah umat Islam. Lebih jelasnya, Islam adalah Ahlus Sunnah Waljamaah, sedang golongan-golongan ahli bid'ah, seperti Mu'tazilah, Syiah(Rawafid) dan lain-lain, adalah golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW yang berarti menyimpang dari ajaran Islam.

___________________________________________________________________________________

Sunnah Secara Istilah ~> Yaitu petunjuk yang telah ditempuh oleh rasulullah SAW dan para Sahabatnya baik berkenaan dengan ilmu, 'aqidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan. As-Sunnah juga digunakan untuk menyebut sunnah-sunnah (yang berhubungan dengan) ibadah dan 'aqidah. Lawan kata "sunnah" adalah "bid'ah". 

Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya barang siapa yang hidup diantara kalian setelahkau, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah para Khulafa-ur Rasyidin dimana mereka itu telah mendapat hidayah." (Shahih Sunan Abi Dawud oleh Syaikh al-Albani). (HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676, dan al-Hakim (I/95).
Jama'ah Secara Istilah ~> Yaitu kelompok kaum muslimin ini, dan mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan para sahabat, tabi'in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat; dimana mereka berkumpul berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah dan mereka berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW baik secara lahir maupun bathin.

Allah Ta'ala telah memeringahkan kaum Mukminin dan menganjurkan mereka agar berkumpul, bersatu dan tolong-menolong. Dan Allah melarang mereka dari perpecahan, perselisihan dan permusuhan. Allah SAW berfirman: "Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." (Ali Imran: 103).  Dia berfirman pula, "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka." (Ali Imran: 105). 

Seorang Sahabat yang mulia bernama 'Abullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Al-Jama'ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian." (Diriwayatkan oleh al-Lalika-i dalam kitabnya, Syarah Ushul I'tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama'ah)

Jadi Ahlus Sunnah wal Jama'ah, adalah mereka yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik dalam hal 'aqidah, perkataan maupun perbuatan, juga mereka yang istiqamah (konsisten) dalam ber-ittiba' (mengikuti Sunnah Nabi SAW) dan menjauhi perbuatan bid'ah. Mereka itulah golongan yang tetap menang dan senantiasa ditolong oleh Allah sampai hari Kiamat. Oleh karena itu mengikuti mereka (Salafush Shalih) berarti mendapatkan petunjuk, sedang berselisih terhadapnya berarti kesesatan. 

___________________________________________________________________________________

Karakteristik Ahlussunnah wal Jama'ah
 
1. Mereka mempunyai sikap wasathiyah (pertengahan) di antara ifraath (melampaui batas) dan tafriith (menyia-nyiakan); dan di antara berlebihan dan sewenang-wenang, baik dalam masalah 'aqidah, hukum atau akhlak. Maka mereka berada di pertengahan antara golongan-golongan lain, sebagaimana juga ummat ini berada dipertengahan antara agama-agama yang ada.

2. Sumber pengambilan pedoman bagi mereka hanyalah al-Qur-an dan as-Sunnah, Mereka pun memperhatikan keduanya dan bersikap taslim (menyerah) terhadap nash-nashnya dan memahaminya sesuai dengan manhaj Salaf.

3. Mereka tidak mempunyai iman yang diagungkan, yang semua perkataannya diambil dari meninggalkan apa yang bertentangan  kecuali perkataan Rasulullah SAW. Dan Ahli Sunnah itulah yang paling mengerti dengan keadaan Rasulullah SAW  perkataan dan perbuatannya. Oleh karena itu, merekalah yang paling mencintai sunnah, yang paling peduli untuk mengikuti dan paling loyal terhadap para pengikutnya.

5. Mereka mendasarkan pemahamannya kepada para Salafush Shalih dan berkeyakinan bahwa metode Salaf itulah yang lebih selamat, paling dalam penge-tahuannya dan sangat bijaksana, karena mereka adalah generasi terbaik dan paling mengenal Nabinya.