Jumat, 04 Juli 2014

“PILPRES 2014” FIQIH MEMILIH ORANG MUNAFIK SEBAGAI PEMIMPIN



Oleh : Mulyadi Bin Hasanuddin Aca


Dalam Al-Qur’an ada 14 Surah / 55 ayat yang menjelaskan orang MUNAFIK. Tetapi saya hanya akan mengambil beberapa ayat saja tentang orang MUNAFIK dengan tujuan syar'i menjaga kemaslahatan umat serta menyelamatkan umat dari langkah salah yang nanti akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
Sebenarnya dua calon yang ada secara syariat dua-duanya tidak ada yang ideal untuk dipilih. Tetapi dari segi mudharat maka nomor dua lebih tinggi nilai mudharatnya, dimana semua rencana dan maneuvernya politik sangat mengancam eksistensi umat Islam.

Seperti yang telah terjadi yakni :


  1. Pengawasan khotib sholat jum’at
Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman :
·         (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan. (Qs. 59:16).
·         Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (Qs. 9:67)
·         Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. (Qs. 4:88)
·         Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (Qs. 9:68)


  1. Pengingkaran SUMPAH kepada Allah SWT.
Isi sumpah jabatan Jokowi “Demi Allah saya bersumpah. Akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Gubernur Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Semoga Tuhan menolong saya.
Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman :
  • Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (Qs. 3:77)
  • Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta. (Qs. 9:77)
  • Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: 'Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)'. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. (Qs. 33:15)
  • Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: 'Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah'. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (Qs. 63:1)
  • (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, (Qs.5:13)
  • Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (Qs. An-Nahl:105)
  • Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. (Qs. Asy-Syu'araa':211 s/d 223)
  • Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: 'Kami tidak menghendaki selain kebaikan'. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (Qs. 9: 107)
  • Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. (Qs. 9:108) 


  1.  Yang mendukung orang MUNAFIK termasuk orang MUNAFIK  


Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman :
·         Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (Qs. 4:142)

·         Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (Qs. 9:54)

·         Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (Qs. 19:59)
·         Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: 'Kami telah beriman'. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: 'Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok'. (Qs. 2:14)


  1. Mulai dari pernyataan penolakan terhadap perda syariah, pelarangang Takbir Akbar pada malam idul eid tahun 2013, pembongkaran masjid tanpa etika disekitar wilayah Jatinegara, 1 Muharam ingin dijadikan/diganti Hari Santri Nasional padahal ini hari raya umat Islam secara Global bukan khusus Santri, keberpihakan pada paham-paham sesat seperti Ahmadiyah, Syiah dan Islam liberal.


Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman :
·         Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,' pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Qs. 2:8)
·         Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: 'Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)'. Mereka berkata: 'Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu'. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (Qs. 3:167)


  1. Disukai Asing, terbukti saat sesudah Pileg telah mendatangi kedutaan Amerika.

Berkaitan dengan hal diatas Allah SWT berfirman :
·         Bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat. (Qs. Yusuf:52)
·         Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (Qs. 4:138-139)

  1. Jika terpilih menjadi Presiden, Jokowi siap mencabut Tap MPRS No. XXV/1966 tantang pelarangan Komunis di Indonesia.

Berkaitan dengan hal diatas Allah SWT berfirman :
·         Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (Qs. Al-Hajj:38)
·         (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya). (Qs. An-Anfaal:56)
·         Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Qs. 2:10)



Bagaimana sikap kita kepada orang-orang MUNAFIK, Allah SWT telah menjelaskan dalam firman-Nya :
·         Dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat. (Qs. 4:105)
·         Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa. (Qs. 4:107)
·         Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong. (Qs. 4:89)
·         Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Qs. An-Anfaal:27)
·         Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang beruntung. (Qs. 3:104)
·         Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. 33:12)



RAKYAT YANG MENDUKUNG ORANG MUNAFIK ADALAH KAUM INGKAR :
Berkaitan dengan hal diatas Allah SWT berfirman :

  • Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. (Qs. 11:82-83)

  • Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal. (Qs. 29:34-35)


KESIMPULAN  :
  1. HARAM mendukung/mengangkat orang MUNAFIK menjadi PEMIMPIN;
  2. Orang MUNAFIK “wajib” diperangi, baik dengan TANGAN, LISAN DAN selemah-lemahnya IMAN dengan HATINYA.
________________________________________________________________________________

DALAM HAL KITA TIDAK MEMBENCI TERHADAP CAPRES TERSEBUT, TETAPI AL-QUR’AN SUDAH MENETAPKAN, BAGAIMANA ORANG MUNAFIK ITU ??? LALU SEPERTI APA SIKAP KITA KEPADA ORANG MUNAFIK ??? DAN APA IMBALAN BAGI ORANG MUNAFIK SERTA MENDUKUNG KEMUNAFIKANYA ???

KITA JUGA HARUS HATI-HATI DENGAN SYUBHAT PARA ALIM ULAMA YANG MENDUKUNG KEMUNAFIKAN SESEORANG, MEREKA ITU SEPERTI AHLI KITAB/ RAHIB YAHUDI/NASRANI.
ALLAH BERFIRMAN :
“ADAPUN ORANG-ORANG YANG DALAM HATINYA CONDONG KEPADA KESESATAN, MAKA MEREKA MENGIKUTI SEBAGIAN AYAT-AYAT YANG MUTASYAABIHAAT DARIPADANYA UNTUK MENIMBULKAN FITNAH UNTUK MENCARI-CARI TA’WILNYA, PADAHAL TIDAK ADA YANG MENGETAHUI TA’WAILNYA MELAINKAN ALLAH. DAN ORANG-ORANG YANG MENDALAM ILMUNYA BERKATA : “KAMI BERIMAN KEPADA AYAT-AYAT YANG MUTASYAABIHAAT, SEMUANYA ITU DARI SISI TUHAN KAMI”. DAN TIDAK DAPAT MENGAMBIL PELAJARAN (DARIPADANYA) MELAINKAN ORANG-ORANG YANG BERAKAL. (QS. 3:7) “


“ALLAH TIDAK MERUBAH KEADAAN SESUATU KAUM SEHINGGA MEREKA MERUBAH KEADAAN YANG ADA PADA DIRI MEREKA SENDIRI (QS. 13:11)

Minggu, 06 April 2014

Cacat dan Sisi Gelap Sistem Demokrasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, demokrasi diartikan sebagai bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya, gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.

Jauh sebelum pengertian itu muncul, istilah Demokrasi sudah lahir di Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Kata Demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16, mengemukakan bahwa pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat (from people, for people, by people). Padahal kenyataannya  pemerintahan dari, oleh dan untuk PARTAI.

Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem demokrasi di banyak negara.

Secara umum, demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain, hal itu juga dapat disebut bagi-bagi kue kekuasaan.

Ketiga jenis lembaga melaksanakan kewenangan masing-masing. Lembaga-lembaga pemerintah seperti presiden dengan dibantu menteri dan jajarannya memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. Sementara lembaga-lembaga pengadilan memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan judicatif. Dan lembaga perwakilan rakyat – DPR di Indonesia – memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif.

Pemerintahan demokratis diberi kewenangan membuat keputusan melalui mandat yang di peroleh melalui pemilu. Selanjutnya warga Negara melalui hak memilihnya yang periodik dapat terus menjaga agar pemerintahnya bertanggung jawab kepada masyarakat. Dan jika pertanggungjawaban itu tidak diberikan, maka warga Negara dapat mengganti pemerintahan melalui mekanisme demokrasi yang tersedia.

Walau harus diakui corak dan model demokrasi beragam di setiap negara, namun secara umum, rakyatlah yang memegang peranan penting dalam proses demokrasi. Merekalah yang diserahi tanggung jawab memilih siapa wakil yang mereka kehendaki melalui proses pemilihan baik langsung maupun tak langsung. Aspirasi merekalah yang harus dilaksanakan oleh wakil-wakil terpilih.

Unsur berikutnya dan bahkan lebih mendasar dalam demokrasi adalah kebebasan, yaitu kebebasan berekspresi, berkumpul, berserikat, dan media (Koran, radio, TV). Kebebasan memungkinkan demokrasi berfungsi.

Luar biasanya, sistem demokrasi sudah dianut oleh mayoritas negara di dunia. Dengan berkiblat ke Negara Super Power Amerika Serikat, negara-negara di dunia – terutama negara berkembang – berlomba-lomba berbenah dan mengadopsi sistem ini dengan corak dan warna yang disesuaikan dengan karakter bangsa masing-masing.

Satu point yang perlu dicermati dari sistem demokrasi adalah penentuan calon pemimpin atau wakil rakyat yang kelak menyuarakan kehendak rakyat. Demokrasi tidak mengatur detil dari point ini. Semua diserahkan pada negara atau wilayah guna menyesuaikan sesuai dengan kepentingan. Mengingat azas kebebasan yang berlaku dalam sistem demokrasi, maka setiap warga negara punya hak dipilih dan memilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Celakanya jika dalam penetapan ini bermuatan kepentingan segelintir orang atau kelompok, maka akan dibuat kriteria selonggar mungkin. Ini yang terjadi ketika Aburrahman Wahid (Gus Dur) dicalonkan sebagai presiden RI. Atau standar minimum pendidikan SMA pada penetapan calon anggota legislatif indonesia. Itulah muncul kekhawatiran dari beberapa kalangan akan munculnya sosok-sosok boneka. Mereka yang sebenarnya jauh dari kompeten namun memenuhi syarat minimal berhak mencalonkan diri.

Sisi lain yang tak kalah menakutkan adalah proses pra pemilihan umum. Mengingat calon harus memenangkan suara terbanyak untuk bisa duduk di tempat yang ia inginkan, maka mau tak mau harus ada usaha untuk merebut hati rakyat. Kampanye sebagai mekanisme ‘beriklan’ harus dimanfaatkan betul.

Semua kita tahu bagaimana gegap gempitanya kampanye. Mulai dari famplet, selebaran, panggung dangdut, iklan televisi, dsb. Berbagai janji diumbar di sana. Intinya sama: Pilih Saya. Karena saya pantas.

Mereka yang lolos “fit and Proper Test” ini dan berkampanye, membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Hanya beberapa gelintir saja yang menggunakan dana dalam hitungan ratusan juta. Selebihnya, membutuhkan dana hingga miliaran. Tentu saja hanya segelintir saja yang punya, mampu dan mau mengeluarkan dana
sebesar ini.

Kalaupun tak punya dana sebesar itu, tersedia jalan lain. Diperbolehkan menggalang dana dan mencari sponsor dari individu atau kelompok. Dan tentu saja harus ada ‘traksaksi’ atau semacam kesepakatan antara kedua belah pihak. Intinya harus ada simbiosis mutualisme antara kerduanya.

Maka jadilah kampanye tidak sekedar pra pesta demokrasi melainkan pesta bisnis di sisi lain. Inilah point berbahaya dimaksud. Celah ini sangat dipahami betul para pemilik modal. Mereka yang ingin
mempertahankan hegemoni bisnisnya rela merogoh kocek lebih dalam guna mendukung salah satu calon yang dianggap menguntungkan bisnisnya kelak.

Inipulalah yang dimanfaatkan dengan jeli oleh para penganut “Tata Dunia Baru” yang dimotori oleh zionis yahudi. Dalam Protokol Zion Protokol X butir sebelas disebutkan, “Pada masa mendatang kita akan menentukan tanggung jawab presiden.”

Inti dari protokol di atas adalah bagaimana agen-agen mereka berusaha sekuat tenaga dalam menguasai
negara dan mengendalikan presiden. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa lebih dari ¾ bumi menggunakan demokrasi sebagai sistem untuk memilih presiden dan kampanye sebagai mekanisme mencari dukungan. Bisa
dibayangkan jika presiden-presiden yang lahir itu adalah mereka yang menggunakan dana yang dikucurkan oleh pemilik modal yahudi. Tentu mereka harus mentaati semacam LoI (letter of intent) atau MoU (Memorandum of Understanding). Mereka juga akan dituntut balas budi ketika sudah mapan di kursinya.

Dan presiden bukanlah satu-satu penentu kebijakan sebuah negara. Di Indonesia misalnya, ada DPR. Di Amerika ada senat. Mereka para wakil yang duduk di sana pun tak luput dari jerat mematikan tersebut. Maka jadilah mereka tak ubahnya boneka dan wayang-wayang yang dikendalikan oleh si pemilik modal.

Di Amerika, Koran Washington Post pada 2003 menghitung, 60 persen dari dana kampanye para calon presiden Demokrat berasal dari pengusaha Yahudi. Jerusalem Post pada 2000 melaporkan: Yahudi menyumbang 50 persen dana kampanye Bill Clinton pada 1996.

Obama sendiri saat kampanye didukung penuh oleh Yahudi. Situs surat kabar Israel Haaretz, Rabu (22/10), memuat laporan tentang tokoh-tokoh Yahudi AS yang memainkan peran penting dalam proses pemilu dan kampanye presiden di Negeri Paman Sam itu dibawah judul “36 Jews Who Have Shaped the 2008 U.S. Election”.

Dari 36 nama tersebut terdapat nama-nama penggalang dana kampanye bagi Obama yaitu: Sheldon Adelson seorang Republikan, neokonservatif dan seorang ‘mega-donor’, Sherry Lansing penggalang dana dan donatur utama Partai Demokrat, pernah menjadi perempuan pertama yang memimpin Paramount, salah satu studio film terkemuka di Hollywood, Eli Pariser memimpin situs MoveOn.org, situs advokasi online beraliran liberal yang menggalang dana untuk kandidat presiden dari Partai Demokrat, Penny Pritzker ketua nasional
bidang keuangan kampanye Obama, seorang milyader berasal dari keluarga Yahudi yang dikenal kerap menjadi donatur besar, Denise Rich mantan istri milyader March Rich, seorang penggalang dana terbesar bagi Partai Demokrat, Barbra Streisand penyanyi terkenal yang menjadi ikon Yahudi-liberal dan penggalang dana bagi Yahudi, mendukung Obama dan berhasil menggalang dana sebesar 25.800 dollar dari kalangan selebritis Hollywood.

Selain dana, yahudi memainkan peran penting dalamm mendongkrak popularitas calon yang di dukung. Melalui media massa, terus ditiupkan apa saja yang bisa membuat si calon meningkat elektabilitasnya. Mereka tahu betul bagaimana dasyatnya peran media massa. Dalam Protokol XII point 3 disebutkan:
“Kita akan memperlakukan pers dengan cara sebagai berikut: peran apa yang dimainkan oleh pers sekarang ini? Pers berfungsi membangkitkan dan membakar berbagai keinginan yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita atau bisa juga untuk melayani tujuan egois dari kelompok-kelompok.”

Melalui media-media yang mereka punya, si calon dapat dengan mudah memenangkan hati rakyat. Dapat dengan mudah pula memlintir fakta untuk kemudian menjatuhkan lawan-lawan politiknya.

Di Amerika maupun di Inggris dan negara barat lainnya, demokrasi tengah menjadi obyek telaah. Demokrasi sering kali dikatakan sedang meluncur menuju sistem oligarki (bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh segelintir kelompok elit kecil). Bahkan, ada yang mengatakan bahwa demokrasi sedang bermetamorfosis menjadi otokrasi (suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang)

Uang dan kekuatannya sering menjadikan proses pemilihan umum menjadi tidak fair. Afiliasi kekuatan militer dan industri menjadi sangat digdaya, terlebih setelah mengadopsi semboyan “perang melawan terorisme”. Lobi dan korupsi mencemari berbagai proses pemerintahan. Singkat kata, demokrasi tengah berada dalam kondisi yang tidak baik alias sakit. (Simon Jenkins, mantan
editor The Times, Guardian, 8 April 2010).

Analisa Simon Jenkins di atas memberikan gambaran jelas tentang cacat demokrasi. Selain prosesnya sering tidak fair, mekanisme dan hasilnya pun tak jarang menimbulkan petaka. Namun sayangnya kehebatan media dan ‘marketing’ demokrasi yang dimiliki tangan-tangan tersembunyi, membuat demokrasi seolah batu karang gagah yang tak tergoyahkan.

Disisi lain, pelaku-pelaku politik yang sudah jauh tenggelam dalam dahaga duniawi dan kekuasaan semakin banyak bermunculan. Individu hasil didikan tangan-tangan inilah yang akan dijadikan boneka dan atau wayang.
Inilah cacat bawaan dan sisi gelap demokrasi yang sudah banyak memakan korban. Pelan tapi pasti, dunia saat ini sedang berjalan ke arah proses destruktif massal. Satu per satu negara teracuni. Satu per satu pula negara-negara tersebut dikuasai secara kasat mata melalui tangan-tangan tersembunyi lewat mekanisme pemilu dalam sistem demokrasi.

Mari kita benahi sistem yang sudah terlanjur rusak ini. Tidak ada kata terlambat. Sudah lebih setengah abad bangsa ini merdeka, juga sudah lebih setengah abad bangsa ini menggunakan sistem DEMOKRASI !!! tapi hasilnya bangsa ini  tetap dilanda bencana, bencana baik dari alam, dariperut kelaparan maupun dari nafsu kekuasaan walhasilnya DEMOKRASI membuat rakyat menjadi DEMOCRAZY.

Saatnya kita terbangun dan sadar apa yang terjadi. Tersadar bahwa ada jerat halus di leher kita.

Jumat, 28 Maret 2014

Tahun 2014 : Tahun Pesta Syirik Demokrasi, Waspadalah!




Tahun ini tahun 2014 disebut sebagai tahun politik, karena di tahun 2014 akan diadakan hajat besar negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia, pesta syirik demokrasi, pemilu 2014. 

Ironis! Seharusnya negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini menerapkan syariat Islam dan menegakkan hukum-hukum Islam dalam bernegara, mengatur masyarakatnya, serta berhubungan dengan negara lain. Alih-alih melakukan semua kewajiban syariat tersebut, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini malah mengadopsi sistem kafir syririk demokrasi, dengan mengadakan pemilu 2014, untuk memilih wakil-wakil rakyat di parlemen, yang berhukum dengan hukum-hukum kafir, UU buatan manusia. Na’udzu billahi min dzalik!

Padahal, semua orang tahu, demokrasi adalah sistem kafir, syirik, dan haram untuk menerapkan dan mengadopsinya. Hal ini dikarenakan dalam sistem demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat bukan di tangan Allah SWT., sebagai satu-satunya Dzat yang layak disembah dan berhak membuat dan menetapkan hukum buat seluruh manusia. 

Sesungguhnya Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang tidak dapat menolak ketetapan-Nya”  (QS. Ar-Ra’ad:41),

“Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya” (QS.Al-Ma’idah:1),

“Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”  (QS. Al-Hajj:14). 

Demokrasi telah merampas hak Allah SWT., sebagai satu-satunya pembuat hukum. Demokrasi telah menjadikan manusia, para wakil rakyat yang dipilih menjadi tuhan-tuhan baru, tuhan-tuhan kolektif, tandingan-tandingan Allah SWT. Dengan kata lain, pesta syirik demokrasi di tahun 2014 (pemilu 2014) akan memilih para tuhan baru, yang mana mereka akan menjadi para pembuat hukum sesuai dengan kemauan mereka sendiri, dan bebas tanpa batas apa pun. 

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan keinginannya sebagai ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu”  (QS. Al-Furqon:43-44). 

Waspadalah wahai kaum Muslimin, jangan sampai kalian jatuh ke dalam kubangan lumpur sistem kafir syirik demokrasi. Ketahuilah, bahwa demokrasi adalah sebuah agama baru, agama yang bertentangan dan melawan Islam, di mana pemegang kedaulatan adalah rakyat dan mereka semua mencampakkan Islam, di mana Islam hanya menjadikan Allah SWT., semata sebagai pemegang kedaulatan. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:
”Penguasa itu Alloh Tabaroka Wata’ala” .
 
Stay Moslem, Don’t Vote!
Tetaplah menjadi seorang Muslim, dan jangan ikuti sistem kafir syirik demokrasi. Sebab telah jelas, terang benderang dan pasti, bahwa siapapun yang ikut dalam pesta syirik demokrasi, maka aqidahnya akan terancam. 

“Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkah Allah”  (QS. Asy-Syuro:21). 

Demokrasi adalah dien (agama), padahal umat Islam hanya boleh berpegang teguh pada dienul Islam (agama Islam) dan terlarang banginya untuk mengambil, dan menerapkan agama selain agama Islam. 

“Barangsiapa yang mengambil selain Islam sebagai dien, maka perbuatan tersebut tidaklah diterima, dan barangsiapa yang melakukan hal tersebut maka balasan di akhirat nanti akan merugi (neraka).” (QS Ali Imran : 85) 

Bagi kalian agama kalian dan bagi kami agama kami”
 
Allah SWT., menamakan kekafiran yang diyakini orang-orang kafir itu sebagai agama. Barang siapa membuat undang-undang untuk manusia maka ia telah menjadikan dirinya sebagai tuhan bagi manusia dan sebagai sekutu bagi Allah, ini satu dalil. Sedangkan dalil lain yang menunjukkan atas kafirnya para wakil rakyat tersebut adalah mereka membuat undang-undang (selain Allah) dan mengangkat diri mereka sebagai tuhan selain Allah bagi manusia. Ini juga merupakan kekafiran tersendiri, sebagaimana firman Allah: 

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Robb selain Allah”  (QS. Ali Imron:64). 

Jadi, waspadalah wahai umat Islam. Tetaplah Muslim, dan jangan kalian ikuti pesta syirik demokrasi di tahun 2014 ini. Jangan kotori dan hancurkan aqidah Islam yang kalian miliki. Sungguh mahal harganya tauhid yang lurus, dengan jalan syirik demokrasi yang sesat. Bukankah Allah SWT., telah berfirman : 

“Sesungguhnya agama di sisi Alloh itu hanyalah Islam…”
 
Maka, tetaplah Menjadi Muslim, dan jangan ikuti pesta syirik demokrasi! Ya Allah, saksikanlah, kami telah menyampaikannya!